Warung Sidik

Warung ini sudah sangat lama menjadi bagian dari Kota Batu. Pemiliknya dengan berani mengukuhkan bahwa warung ini sudah berdiri sejak tahun 1948. Sebuah tahun yang fantastis! Bisa dikatakan warung ini telah hadir di Kota Batu hanya tiga tahun setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Tentu para pendirinya dahulu ikut berjuang dan menderita demi terciptanya kemerdekaan bangsa ini.

Menu yang disediakan di warung ini cukup lengkap, ada Nasi Rawon, Soto, Krengsengan, Gudeg, Nasi Campur, Lodeh, Ayam Bumbu, serta berbagai minuman seperti: Jahe, Sekoteng, STMJ, Kopi, Teh Susu, dan minuman-minuman lainnya. Dari pengamatan saya warung ini tidak pernah sepi, selalu saja ada pengunjung terutama di jam-jam sarapan dan makan siang.

Lokasinya yang berada di Jl.Agus Salim No.47 memang agak jauh dari pusat Kota Batu, namun jalur ini merupakan jalur yang sangat padat karena merupakan jalur utama menuju ke Pasar Besar Kota Batu, serta jalur utama bagi bus umum jurusan Kota Jombang dan Kediri.

Mungkin bagi masyarakat Kota Batu yang sudah berumur, warung ini memiliki cerita romantika yang menarik, mengingat keberadaannya yang sudah cukup lama di Kota Batu. Mungkin saja ada cerita-cerita bersejarah yang menarik untuk diketahui, meski bisa jadi cerita-cerita tersebut sudah terkubur bersama dengan kepergian penduduk asli Kota Batu yang sudah berusia lanjut.

***

Tulisan & Foto By: Jatz; 06 Februari 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.