Tape Ketan Ireng di Area Wisata “Cangar”

Wongbatu “lawas” tentunya masih ingat perbedaan wajah wisata air panas alami “Cangar” zaman dulu dan sekarang. Kalau sekarang sudah ditata sedemikian rupa dengan adanya kolam-kolam renang dan tempat berendam yang cukup rapi, maka dulu genangan air panas tersebut hanya dipagari dengan menggunakan seng seadanya. Fasilitas sangat minim, dan terkesan darurat.

Namun dari dulu hingga kini ada yang tidak berubah dari tempat wisata ini, yaitu penjual Tape Ketan Ireng (Tape ketan hitam). Makanan ini dapat dengan mudah kita temui di area wisata Cangar dimana penjualnya rata-rata penduduk dari kabupaten Mojokerto.

Penyajian tape ketan hitam ini biasanya dituangkan dalam sebuah piring kecil, dan diberi beberapa potongan “jadah/thethel” (makanan tradisional yang terbuat dari bahan dasar beras ketan putih). Tape ketan hitam sendiri terbuat dari bahan dasar beras ketan hitam yang difermentasi hingga menjadi tape. Rasanya manis, namun agak sedikit masam. Rasa manis yang terkandung dalam tape ketan hitam bukan berasal dari manisnya gula, namun berasal dari glukose ( kadar gula ) beras ketan hitam sebagai hasil dari fermentasi.

Tape ini juga dapat digunakan sebagai penghangat badan karena sifatnya yang hangat dalam perut setelah kita menkonsumsinya. Selain tape ketan hitam, penjual biasanya juga menyediakan air dari tape ketan hitam yang dimasukkan dalam botol-botol plastik seukuran 1500 mili liter, dapat kita bawa pulang dengan hanya membayar Rp 6.000,oo per botolnya.

Makanan tape ketan hitam ini sebenarnya dapat pula kita beli di tempat-tempat lain di Kota Batu, namun rasanya paling pas jika kita membelinya di Cangar sambil menikmati riuhnya pengunjung yang berenang atau berendam di air panas, serta bunyi alami dari pohon-pohon yang mengelilingi area Cangar.

***

Jatz, 14 April 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.