Punden Cemoro Doyong

Peninggalan sejarah bercorak Hindu ini berada di Desa Sumbergondo – Kota Batu. Terletak di bawah pohon cemara yang posisinya doyong / miring, mungkin karena itulah maka peninggalan sejarah yang oleh wongbatu sering disebut dengan punden, dinamakan dengan Punden Cemoro Doyong. Di lokasi punden terdapat balai (semacam pendopo kecil) menghadap timur membelakangi benda-benda ini. Di depan balai berjajar tiga buah yoni berukuran sedang.

Sementara itu, sebagian penduduk sekitar menyebut tempat ini Reco Banteng. Disebut demikian karena ada sebuah arca Dewi Durga tanpa kepala setinggi sekitar 60 centimeter dalam posisi menginjak seekor kerbau. Di kiri kanan arca Dewi Durga terdapat lingga dan fragmen-fragmen arca yang sudah sulit diidentifikasi bentuknya. Belum dapat dipastikan apakah lingga tersebut pasangan dari yoni di depan balai atau bukan.

cemoro-doyong-gabung

Permukaan arca Dewi Durga diselimuti Lumut Kerak sangat tebal menimbulkan nuansa kuno dan magis. Tetapi Lumut Kerak ini bila dibiarkan terus bertumbuh akan mengikis dan merusak detail bentuk arca. Arca Dewi Durga Mahesasuramardhini menggambarkan kemenangan Dewi Durga setelah bertempur dengan raksasa (asura) yang menjelma sebagai kerbau (mahisa) yang sangat besar. Biasanya pada bangunan candi Hindu arca ini terletak di relung sebelah utara dinding candi.

***

Tulisan: GFP Suntoro
Foto: wongbatu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.