Pos Ketan “Legenda”

Apa yang istimewa dari sepiring kecil ketan kicir? Mungkin tidak ada. Ketan kicir hanyalah ketan yang disajikan dengan gula merah cair (kicir), diberi bubuk dari kacang yang dilhaluskan, serta parutan kelapa muda. Rasanya didominasi oleh rasa manis yang berasal dari kicir. Meski hanya seperti itu, namun daya tarik ketan kicir ini begitu kuat. Jangankan penduduk lokal Kota Batu, banyak orang yang jauh-jauh berkunjung ke Kota Batu hanya untuk menikmati sepiring kecil ketan kicir.

Pos Ketan saat masih di Jl. Munif
Pos Ketan saat masih di Jl. Munif

Di salah satu sudut di sebelah barat alun-alun Kota Batu, tepatnya di ujung Jl.Kartini, ada kedai ketan kicir yang dengan yakin menuliskan besar-besar di atas kedainya “Pos Ketan Legenda – 1967,” entah benar atau tidak, namun sang pemilik meyakini bahwa kedainya sudah berdiri sejak tahun 1967 dan diwariskan turun-temurun. Kedai tersebut selalu ramai pengunjung, baik lokal maupun dari luar kota. Bahkan tempat duduknya sampai meluber ke tengah jalan karena tempat duduk di dalam kedai tidak mencukupi. Belakangan pengunjung yang datang ke tempat tersebut juga diberi nomor antrian untuk memudahkan penjual melayani setiap pelanggan. Benar-benar sarat pengunjung sampai-sampai harus mengambil nomor antrian terlebih dahulu.

Sebelum para PKL ditata seperti sekarang ini, pusat kuliner tradisional Kota Batu terpusat di Jl.Munif, atau disebelah selatan alun-alun kota. Pos Ketan “Legenda” juga berada di Jl.Munif, tepatnya di ujung sebelah barat dari Jl.Munif.  Kedai ketan ini dulu sangat sempit, tidak seperti sekarang, sehingga pengunjung harus antri di luar kedai untuk mendapatkan tempat duduk. Kedai ini buka sampai pagi hari, dan herannya, pengunjungnya pun selalu ada. Biasanya disamping ketan kicir, juga disediakan aneka jajanan gorengan seperti  pisang goreng, tempe, tempe menjes, tape goreng atau lebih sering disebut “rondo royal” serta minumannya ada kopi, teh, dan jahe panas.

Selalu ramai pengunjung
Selalu ramai pengunjung

Setelah lokasi kedai ketan di posisi sekarang, kedai ini berkembang pesat, pengunjung tambah banyak, dan satu hal yang berubah, kalau dulu menunya hanya ketan kicir, maka sekarang ada banyak pilihan, ada ketan keju, ketan susu, ketan keju susu, atau ketan meses. Minuman yang tersedia pun makin bervariasi, terutama minuman dari kopi-kopi sachet yang merk-nya beraneka macam.

Namun dari semuanya itu, sebenarnya yang paling menarik dari Pos Ketan ini adalah kebutuhan orang akan suasana santai atau nongkrong di tepi jalan sambil menikmati ketan dan kopi sembari melihat orang yang lalu-lalang dan kendaraan yang melintas di depan kedai. Suasana nongkrong sambil ngobrol santai bersama teman-teman dekat itulah sebenarnya yang merupakan daya tarik dari kedai atau Pos Ketan ini.

***

26 November 2013

Artikel & Foto By: Jatz

One thought on “Pos Ketan “Legenda””

  1. Sebagai orang mBatu yang merantau…akhirnya saya sangat senang dengan adanya web kota mBatu..dimana saya bisa bernostalgia dengan tempat saya lahir dan dibesarkan..
    jaman saya SD…kalau diajak ke pasar dan pulangnya dibelikan ketan sama Ibu itu suatu kemewahan dan sampai sekarang kalau saya pulang kampung anak2 dan cucu2 saya selalu saya ajak menikmati ketan di alun2 dan tentunya tempat wisatanya juga..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.