Pameran Tunggal “UNIT 3”

Watoni, adalah nama seorang seniman kelahiran Kota Batu tanggal 29 Juli, dan sekarang tinggal di Jl.Panglima Sudirman 19 Kota Batu. Sosoknya yang ramah dan sederhana membuat siapa saja yang bergaul dengannya merasa nyaman. Saya sendiri sejauh ini belum pernah ngobrol secara mendalam, hanya sebatas tegur sapa saat kebetulan bertemu.

Watoni-1

Minggu 09 Juni 2013, saya menyempatkan diri untuk singgah di Galeri Raos karena ada pameran tunggal dari Mas Watoni. Pameran ini digelar mulai tanggal 8 s.d. 15 Juni 2013. Saya datang sekitar pukul 8 malam dan suasana galeri sangat sepi, satu-satunya pengunjung hanyalah saya dan satu orang lagi, tetapi hal tersebut cukup menguntungkan karena saya bisa leluasa memotret karya-karya Mas Watoni yang sedang dipamerkan.

Watoni-2

Semula konsep dari pameran kali ini cukup membuat saya bingung, namun setelah membaca katalog yang tersedia, akhirnya saya paham bahwa pameran bertajuk UNIT 3 ini adalah visualisasi/potret dari seorang Watoni setelah bergelut cukup lama di Pasar Besar Kota Batu Unit 3. Unit 3 Pasar Besar Kota Batu memang berbeda dengan unit-unit lain. Di unit ini apa yang dijajakan bukanlah kebutuhan pokok sehari-hari, namun lebih bersifat kebutuhan sekunder. Dagangan di Unit ini antara lain: buku-buku bekas, barang loakan, VCD, cincin emas asli dan imitasi, alat-alat pertanian dan pertukangan, tukar tambah HP, serta profesi-profesi lain seperti tukang jahit, tukang cukur, atau tukang sol sepatu. Potret kehidupan di Unit 3 inilah yang membuat seorang Watoni akhirnya mengangkatnya dalam sebuah pameran tunggal.

Watoni-3

Menurut katalog, Watoni sudah tiga kali menggelar pameran tunggal. Yang pertama tahun 1994 Seni Grafis di Institut Seni Indonesia Jogjakarta; lalu tahun 2003 “Goro-goro  Petruk Gareng” di Galeri Kawi, Batu; dan tahun 2013 “Unit 3 “ di Galeri Raos, Batu. Sementara Watoni juga pernah meraih penghargaan berupa Nominator PrintMaking Art Competition and Exhibition Asean 2012. Untuk pameran kelompok, Watoni sudah puluhan kali bergabung dalam aneka gelar pameran seni rupa baik di dalam Kota Batu maupun di luar kota.

Pada halaman “My Opinion” dari buku katalog yang saya dapatkan, Watoni mengungkapkan:

Selama ini dalam berkarya, teknik dan media visual yang saya gunakan selalu mengikuti kemauan gagasan. Sehingga secara sepintas karya saya melompat-lompat. Tidak konsisten pada satu teknik/media saja. Semua itu saya lakukan, karena saya berkeyakinan bahwa secara visual, teknik atau media visual mempunyai efek optis yang berbeda. Seperti karya-karya ‘UNIT 3’ yang saya pamerkan kali ini, merujuk pada kebebasan berekspresi dengan melakukan berbagai eksplorasi artistik sesuai gagasan yang muncul. Teknik dan media mengikuti kemauan gagasa. Disamping itu juga agar dalam ruang pameran tidak terjadi nuansa visual yang membosankan.

Itulah pengakuan dan opini pribadi seorang Watoni dalam memandang karya-karyanya. Kiranya pengakuan tersebut dapat membimbing seorang  Watoni untuk semakin berani mengeksplorasi perenungan dan pencerapan hidup yang dijalaninya selama ini.

Teruslah berkarya…

***

By: Jatz

10 Juni 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.