Ojek, pilihan transportasi di Kota Batu.

Pangkalan Ojek
Pangkalan Ojek

Sarana transportasi umum di Kota Batu dari masa ke masa terus mengalami perkembangan. Sekitar tahun 1975-an, sarana transportasi seperti “Cikar” masih jamak dijumpai, sarana yang satu ini biasanya digunakan untuk mengangkut batu bata dalam jumlah cukup banyak. Lalu “Oplet” juga masih berperan sebagai salah satu angkutan umum menuju ke Kota Malang dan tempat-tempat tujuan lainnya. Keberadaan “Dokar” juga masih merupakan sarana andalan sebagai penyambung langkah kaki untuk tujuan-tujuan dalam kota.

Seiring dengan perkembangan dinamika Kota Batu dan juga sarana transportasi, satu-persatu sarana transportasi tersebut menghilang dan digantikan dengan sarana yang lebih memadai. Mungkin yang masih tersisa hingga saat ini adalah Dokar, meski keberadaannya tidak lagi vital seperti dulu, namun sarana transportasi tradisional yang satu ini masih diminati oleh sebagian kecil masyarakat dan para wisatawan. Perkembangan zaman dan tingkat ekonomi masyarakat yang sudah mampu untuk memiliki kendaraan pribadi menjadikan Dokar bukan lagi pilihan utama.

Sarana transportasi yang tidak pernah ada di Kota Batu adalah Becak. Kondisi Kota Batu dengan jalan yang naik turun tidak memungkinkan bagi becak untuk bisa bertahan. Salah satu sarana transportasi yang mampu menaklukkan kondisi Kota Batu adalah Ojek. Profesi sebagai tukang Ojek masih menjadi pilihan karena minat masyarakat cukup tinggi meski hanya dapat mengangkut satu orang. Ojek menjadi pilihan untuk mencapai daerah-daerah yang tidak dilalui oleh jalur angkutan umum dan bagi mereka yang terburu-buru.

Keberadaan Ojek di Kota Batu sangatlah banyak. Di ujung-ujung gang, di pojok-pojok jalanan kota, pos-pos pangkalan Ojek dapat kita jumpai dengan mudah. Tidak ada tarif yang pasti, harga ditentukan oleh penumpang atau dengan tawar-menawar terlebih dahulu, tergantung dari jauh dekatnya jarak yang harus ditempuh. Namun bisa dikatakan, rata-rata tarif Ojek adalah lima ribu rupiah sekali jalan.

Para tukang Ojek di Kota Batu juga tidak mengenakan seragam khusus, sehingga agak sulit membedakan antara tukang Ojek dan pemotor umum. Namun ada beberapa ciri khusus meski tidak bisa dijadikan sebagai acuan, seperti jaket yang rata-rata berwarna hitam berbahan kulit, helm yang dibawa selalu dua (satu dipakai dan satu lagi untuk penumpang), jenis motor yang digunakan rata-rata motor lama (tidak mutlak, beberapa dari mereka sudah menggunakan motor baru, namun jarang yang menggunakan motor jenis Matic), dan ciri yang terakhir (ini yang paling jelas), selalu menawarkan jasa ojek kepada masyarakat.

Di beberapa pangkalan Ojek, ada yang ‘stand-by’ sampai dini hari. Mereka biasanya menjadi langganan para pedagang yang akan berjualan atau berbelanja ke pasar dini hari. Menurut pendapat saya, mungkin ada baiknya para tukang Ojek ini diberi seragam khusus lengkap dengan identitas diri, sehingga calon penumpang tidak kesulitan untuk membedakan mereka dengan para pemotor umum, serta merasa aman karena identitas para tukang Ojek itu tertera jelas.

***

Artikel & Foto By: Jatz

03 April 2014

One thought on “Ojek, pilihan transportasi di Kota Batu.”

  1. Melayani ojek motor dll,guide wisata batu,booking penginapan homestay hubungi 085739290143 bb:293B5199

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.