Monumen Dharma Bakti Pramuka

Tugu Pramuka 3Monumen ini berdiri sunyi di tengah-tengah area perkemahan di Coban Talun Kota Batu. Meski nama monumen tersebut adalah “Monumen Dharma Bakti Pramuka”, namun sebenarnya kisah dibalik didirikannya monumen tersebut bukanlah sebuah kisah yang membahagiakan atau membanggakan tentang pramuka. Monumen tersebut lebih mengandung arti kedukaan dan air mata.

Bumi perkemahan Coban Talun dari dulu memang sudah menjadi salah satu tempat favorit untuk aneka kegiatan kepramukaan. Padang rumput yang hijau dan dikelilingi oleh pohon-pohon pinus menjadikan tempat tersebut ideal untuk berkemah. Namun, di hari itu tanggal 3 November 2006, sebuah bencana yang tidak diinginkan semua orang terjadi. Salah satu pohon pinus yang sudah tua roboh dan menimpa salah satu tenda yang sedang dijadikan tempat anak-anak anggota pramuka untuk tidur.

Kisahnya, Gerakan Kwartir Cabang (Kwarcab) menggelar acara Lomba Tingkat (LT) III di Bumi Perkemahan Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, di mana SMPN 2 Kota Batu adalah salah satu pesertanya. Malam itu, selepas seluruh anak mengikuti acara Pentas Seni yang melibatkan seluruh peserta hingga larut malam, seluruh peserta langsung menuju tenda masing-masing untuk beristirahat. Dalam kelelapan tidur tersebut, sebatang pohon pinus yang akarnya sudah rapuh termakan usia, tiba-tiba roboh dan menimpa salah satu tenda peserta. Tiga anggota Pramuka dari SMPN 2 tewas seketika. Tiga siswa mengalami luka ringan, tiga selamat, dan seorang lagi dalam kondisi kritis dan dirawat di RS Baptis Batu, namun akhirnya meninggal dunia. Isak tangis dari orang tua korban membahana dan menjelma menjadi mendung hitam di atas langit Coban Talun. Sejenak Coban Talun menjadi murung dan menjadi saksi bisu atas sebuah bencana.

Untuk mengenang peristiwa tersebut, maka para Kepala Sekolah SMP di Kota Batu mendirikan sebuah monumen di tengah-tengah area perkemahan tersebut. Tinggi monumen tersebut lebih kurang 3 meter dengan lambang Tunas Kelapa di puncaknya. Di depan monumen tersebut dituliskan nama dari monumen tersebut, untaian kata-kata duka, dan nama anak-anak yang menjadi korban. Inilah isi dari prasasti tersebut:

Tugu Pramuka 2Monumen Dharma Bakti Pramuka

Tak cukup menangisi kepergianmu

Dengan derai air mataku…

Akan kutulis untaian harapan

Meneruskan cita-cita dan Darma Baktimu

Sebagai penghormatan Darma Baktimu:

  1. Rosa Amalia
  2. Kattalea Karisma Maharani
  3. Dita Nur Aisiyah
  4. Rizki Dona Ariska

Akan kuteruskan cita-cita dan perjuangamu…

***

Artikel dan Foto By: Jatz, 13 Desember 2014

Sumber: http://cobantalun.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.