Mat Jebuk, Warung “Lawas” di Kota Batu

Nama ini mungkin terdengar aneh, namun sebenarnya nama ini mengacu ke sebuah depot di Jl.Panglima Sudirman yang merupakan jalan utama di Kota Batu. Nama depot ini resminya adalah Warung Djami’ah Putra, tapi orang-orang kerap menyebutnya dengan Mat Jebuk.

Menurut wongbatu dengan akun facebook Feby Leiander, Mat Jebuk adalah nama suami dari pemilik warung Djami’ah Putra generasi pertama yang bernama Mak Nyah (Mbah Djamiah). Warung ini didirikan tahun 1950-an kemudian sempat tutup pada awal tahun 1980-an karena Mak Nyah meninggal. Pada tahun 1988 warung ini dibuka kembali oleh Ibu Hartatik sebagai generasi kedua; dan saat ini yang mengelola warung adalah generasi ketiga.

Sungguh luar biasa, turun-temurun dari sang pewaris sampai generasi ketiga. Sebuah warisan usaha keluarga yang memiliki kisah tersendiri bagi wongbatu generasi lawas sampai generasi muda. Mungkin warung ini masih menyimpan puluhan kisah yang belum terungkap hingga detik ini.

Warung ini menyediakan beraneka macam makanan standar yang ada di sekitar Kota Batu seperti Nasi Pecel, Nasi Campur, lauknya ada ikan empal, telur mata sapi, dan paru, tapi yang paling menarik perhatian dari warung ini adalah Nasi Rawon, sudah terkenal sejak dulu. Warung ini sudah sudah cukup tua usianya, dan hebatnya sampai sekarang masih bertahan. Bisa dikatakan sebuah warung “legenda” bagi Kota Batu.

***

2 thoughts on “Mat Jebuk, Warung “Lawas” di Kota Batu”

  1. Mat Jebuk adalah nama suami dari pemilik warung Djamiah putra generasi 1 yg bernama mak Nyah (mbah Djamiah).Warung ini didirikan thn 1950an kemudian sempat tutup pd awal th 1980an karena mak Nyah meninggal. Pada tahun 1988 warung ini dibuka kembali Ibu Hartatik sebagai generasi 2 dan saat ini yang mengelola warung adalah generasi ke 3.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.