Makam Dinger, Masih Tampak Kokoh Hingga Kini

Makam Dinger
Makam Dinger

Bangunan bergaya Eropa yang terletak di Dusun Junggo – Desa Tulungrejo – Kecamatan Bumiaji – Kota Batu ini, atau tepatnya terletak di jalan menuju ke tempat wisata Coban Talun, dari kejauhan tampak cukup kokoh meski usianya sudah puluhan tahun. Andai saja tidak ada papan petunjuk yang diletakkan di depan bangunan tersebut, maka tidak seorangpun akan mengira jika bangunan tersebut sebenarnya adalah sebuah makam.

Sebuah sumber mengatakan bahwa bangunan tersebut adalah makam dari seorang tuan tanah pada masa penjajahan Belanda yang dipanggil dengan Tuan Dinger. Karena itulah maka bangunan tersebut kemudian disebut dengan Makam Dinger. Pada bangunan makam tersebut terdapat tulisan ANNO 1917, artinya bahwa makam tersebut didirikan pada tahun 1917, mengagumkan sekali…

Menurut cerita seorang teman, di belakang bangunan tersebut dulu terdapat sebuah kolam kuno, dan disebelah kolam tersebut terdapat kincir air untuk pembangkit listrik. Teman saya tersebut juga menceritakan bahwa pada masa kecilnya sering mandi dan bermain-main di kolam tersebut. Sebuah romantika masa kecil yang menarik, bukan hanya bagi dia, tapi mungkin juga bagi siapa saja yang sempat mencicipi kegembiraan bermain di sana.

Tahun berganti tahun, dan entah bagaimana kisahnya, tanah disekitar makam tersebut menjadi milik perorangan, dan oleh sang pemilik tanah yang baru, kolam kuno tersebut kemudian dibongkar. Sekarang bekas kolam tersebut hanya menjadi gundukan tanah, tidak ada bekas sedikitpun tentang keberadaan kolam tersebut.

Untuk menyelamatkan bangunan tersebut, maka pemerintah kemudian menyatakan bangunan tersebut sebagai bangunan cagar budaya, dan memasang papan petunjuk yang menuliskan Pasal 66 Ayat 1 dan 2 tentang larangan merusak bangunan cagar budaya. Semoga papan tersebut cukup efektif untuk menjaga agar bangunan tersebut tetap utuh.

Sayangnya tidak ada petunjuk apapun selain papan yang bertuliskan “Makam Dinger” yang dapat dikumpulkan di lokasi. Sehingga setiap orang yang berkunjung ke sana pasti akan bertanya-tanya tentang kata “Dinger “ tersebut.

Mungkin ada pembaca yang mengetahui fakta lain tentang bangunan ini, atau ingin berbagi cerita, silakan menyumbang tulisan di sini.

***

By:Jatz | 25 November 2014

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.