Kampoeng Kidz

Suasana Kampoeng Kidz
Suasana Kampoeng Kidz

Pendidikan bukanlah hanya bagi mereka yang mampu, namun juga bagi mereka yang tidak mampu, itulah kira-kira gambaran umum tentang Kampoeng Kidz dengan sekolah gratis setingkat SMA yang bernama SMA Selamat Pagi Indonesia. Sebuah nama sekolah yang cukup asing di telinga namun benar-benar memberikan secercah harapan bagi anak bangsa. Sekolah ini memang ditujukan khusus bagi anak-anak yatim/piatu yang kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikan sampai dengan SMA.

Sarana Outbound
Sarana Outbound

Bisa dikatakan sekolah ini adalah hasil karya dari anak bangsa untuk anak bangsa. SMA Selamat Pagi Indonesia atau biasa disingkat dengan SMA SPI, didirikan oleh Bapak Julianto Eka Putra pada tahun 2005, kemudian pada tahun 2006 diadakan perekrutan guru, dan pada tahun 2007 kegiatan belajar-mengajar  dimulai dengan jumlah peserta didik  30 siswa dan jumlah guru 9 orang. Siswa-siswi sekolah ini adalah anak-anak yatim/piatu yang kurang mampu dan berasal dari seluruh Indonesia, ada yang berasal dari Sumatera, Sulawesi, bahkan dari Papua. Selain diberi fasilitas gratis berupa pendidikan dan asrama, mereka juga dididik dengan aneka macam keterampilan dan pelatihan entrepreneurship yang disesuaikan dengan bakat mereka masing-masing. Selama tinggal di Kampoeng Kidz, anak-anak juga dilatih untuk disiplin, punya rasa tanggung jawab, kerjasama tim, dan peningkatan keterampilan. Metode yang digunakan untuk penilaian disebut dengan “PAKSA” (Pray, Attitude, Knowledge, Skill, Action). Sistem yang digunakan untuk menjalankan metode tersebut adalah dengan sistem “Reward dan Punishment” (pemberian penghargaan dan hukuman).

Atraksi Menyambut Para Tamu
Atraksi Menyambut Para Tamu

Kampoeng Kidz yang beralamat di Jl.Pandanrejo No.1 Bumiaji – Kota Batu – Jatim ini, memang benar-benar menjadi tempat pembelajaran bagi anak-anak remaja. Saat saya beserta rombongan tiba disana, kami diarahkan menuju balai terbuka yang berada di sisi sebuah lapangan basket dan futsal yang cukup luas. Lalu kami disambut dengan “welcome drink” dan sebuah pertunjukan tari modern atau yang biasa disebut dengan “dance” yang digelar di tengah-tengah lapangan basket. Seorang tenaga pengajar menyambut kedatangan kami dengan  begitu ramah. Setelah itu kami dibimbing oleh anak-anak yang begitu berani dan terampil dalam bicara untuk melihat satu-persatu tiap fasilitas yang tersedia di Kampoeng Kidz. Anak-anak ini menjadi semacam pemandu wisata bagi kami. Entah bagaimana cara melatih mereka, yang jelas mereka sudah seperti pemandu wisata profesional yang sudah terbiasa menghadapi tamu-tamu asing. Area Kampoeng Kidz yang cukup luas, membuat kami cukup lelah usai berkeliling melihat dari dekat sarana peternakan, perikanan, pertanian, Outbound, perkemahan, dan juga laboratorium entrepreneurship. Setelah kami puas bertanya hal-hal yang ingin kami ketahui, kamipun digiring menuju sebuah aula yang keseluruhan bangunannya terbuat dari bambu dan kayu serta lantai yang berupa pecahan batuan hias.

Aula Kampoeng Kidz
Aula Kampoeng Kidz

Di aula ini seorang pengajar menjelaskan panjang lebar tentang Kampoeng Kidz khususnya tentang SMA SPI yang gratis bagi anak-anak yatim/piatu yang kurang mampu. Dihairkan pula dua anak remaja untuk memberikan kisah perjalanan mereka dari sebuah desa terpencil di Sulawesi sampai mereka akhirnya sampai di Kampoeng Kidz. Cukup mengharukan. Beberapa anggota rombongan kami sampai menagis mendengarkan kisah mereka.

Oleh-oleh dan Souvenir Hasil Karya Kampoeng Kidz
Oleh-oleh dan Souvenir Hasil Karya Kampoeng Kidz

Setelah makan siang dan acara hiburan, kami diberi kesempatan untuk membeli aneka macam souvenir dan juga makanan camilan unggulan produksi dari Kampoeng Kidz yaitu “Choco Banana.” Yang membuat saya secara secara pribadi terkesan, anak-anak remaja ini begitu santun dan ramah dalam menyambut setiap tamu, jauh dari kesan anak-anak remaja yang biasanya agak cuek, kurang sopan, dan semau sendiri. Anak-anak yang berasal dari multi kultural dan multi agama ini, juga diberi kesempatan untuk beribadah sesuai agama masing-masing dan dibina oleh pembimbing rohani. Di saat tertentu anak-anak juga diajak berekreasi ke tempat-tempat wisata di sekitar Kota Batu untuk penyegaran.

Semoga gerakan dari anak bangsa untuk anak bangsa semacam Kampoeng Kidz ini bisa menjamur seantero negeri Indonesia.

***

By: Jatz, 01 November 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.