Kali Lanang dan Misterinya…

Kali Lanang 1

Jembatan Kali Lanang! Ya…itulah istilah untuk menyebut jembatan penghubung yang terletak di Dusun Ngujung Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu tersebut. Jembatan yang selesai dibangun tahun 2008 ini sengaja dibuat cukup lebar sehingga bisa dilalui kendaraan besar semacam bus dan dapat menjadi jalan alternatif menuju Kota Batu dari arah Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.

Dulu sebelum jembatan baru Kali Lanang tersebut dibangun, kendaraan harus berputar melewati sepanjang tepi bibir sungai yang dihubungkan dengan sebuah jembatan yang hanya cukup dilewati oleh satu mobil, sehingga di titik ini sering terjadi kemacetan karena kendaraan dari kedua arah harus bergantian melintasi jembatan.

Warung-warung di area jembatan lama
Warung-warung di area jembatan lama

Setelah berfungsinya jembatan yang baru, arus lalu lintas yang melintasi Kali Lanang ini pun lancar, dan bus-bus pariwisata juga sering terlihat melintasi jembatan ini. Sementara di sekitar jembatan lama yang kini tidak difungsikan lagi, dibangun warung-warung lesehan dengan penerangan remang-remang mirip kafe. Warung-warung ini hanya buka pada waktu sore hari hingga malam hari. Jumlah warung-warung ini lumayan banyak, dan pengunjung dapat menikmati aneka menu sambil menikmati bunyi aliran air Kali Lanang, serasa seperti di desa terpencil. Dan dari lokasi ini, jembatan baru yang tinggi membentang menjadi pemandangan yang menyita perhatian mata. Sebaliknya, di pagi hari, di area jembatan lama suasananya sangat lengang dan sepi, namun udaranya cukup sejuk.

Menurut cerita, aliran sungai/kali Lanang berasal dari sumber air bernama Sumber Lanang yang terletak cukup jauh dari jembatan Kali Lanang. Mata air tersebut keluar dari alat kelamin sebuah Arca kuno yang disebut dengan “Jaladwara” laki-laki, sehingga akhirnya disebut dengan sumber Lanang (laki-laki). Arca Jaladwara itu sendiri sekarang sudah hilang entah kemana. Kali Lanang ini konon sampai sekarang, juga masih dijaga oleh makhluk gaib bernama Mbah Kabul Joyo Sampurno. Percaya atau tidak, tapi cerita tersebut masih sering terdengar hingga kini.

Jembatan Lama & Sumber Kijan
Jembatan Lama & Sumber Kijan

Di dusun Ngujung sendiri pada zaman dulu sering digunakan untuk ajang permainan tradisional yang disebut dengan Ujung-ujungan, yaitu dua orang laki-laki bertelanjang dada dan saling menyerang dengan cara menyabet lawan mereka dengan menggunakan rotan. Begitu seringnya permainan tersebut digelar hingga akhirnya daerah tersebut disebut dengan Dusun Ngujung, yang diduga berasal dari kata Ujung-ujungan.

Di jembatan lama yang sekarang sudah tidak difungsikan lagi, konon dulu juga sering terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh makhluk astral. Mungkin penyebab logis dari kecelakaan-kecelakaan tersebut juga dapat diselidiki secara ilmiah, namun penduduk setempat masih percaya bahwa penyebabnya adalah makhluk gaib/astral. Menurut cerita, saya tidak mengetahui fakta yang sebenarnya, di bawah jembatan lama juga terdapat sebuah batu yang disebut dengan “Watu Mayit”, konon di bawah batu tersebut ditimbun puluhan mayat pada dekade 1950-an. Tidak ada keterangan yang pasti sebenarnya mayat yang ditimbun tersebut korban sebuah peristiwa atau hal-hal lainnya. Yang pasti cerita tersebut masih terngiang hingga tulisan ini dibuat.

Punden Uwit Ungu
Punden Uwit Ungu

Untuk mengatasi penampakan-penampakan makhluk astral tersebut, maka dalam periode tertentu penduduk setempat mengadakan acara “Bersih Desa” di sumber air di bawah jembatan lama yang disebut dengan “Sumber Kijan.” Tujuannya adalah agar penduduk setempat dan juga siapa saja yang melintas di jembatan tersebut tidak diganggu oleh makhluk astral.

Sumber Kijan tersebut sampai sekarang juga sering didatangi oleh orang dari luar kota untuk penyembuhan penyakit. Biasanya setelah penyakit yang diderita berhasil disembuhkan, mereka menggelar “Syukuran” pada hari Ahad Kliwon dengan warga setempat.

Acara “Syukuran” juga digelar di Punden “Uwit Ungu” (Pohon Ungu) yang terletak di sebelah selatan Jembatan Kali Lanang yang baru. Konon Punden tersebut dijaga oleh makhluk gaib bernama Mbah Sunting. Punden tersebut terletak di bawah pohon yang cukup rindang dan pemandangan Kota Batu jika dilihat dari bawah pohon tersebut cukup indah. Selamat berkunjung ke Kali Lanang dengan segala cerita misterinya…

***

Diceritakan kembali oleh: Jatz | 01 November 2014

Sumber bahan: Malang Post (Bagus Ary Wicaksono / Abdul Halim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.