Gang Karate

Tentunya masyarakat Kota Batu sudah pernah mendengar nama “Gang Karate,” jalan kecil yang lebih akrab disebut dengan gang ini sebenarnya hanyalah gang biasa dimana ujung dari gang ini adalah sebuah area kuburan untuk umat Islam maupun Kristiani. Yang menjadi unik adalah di salah satu sudut dari area kuburan ini dimakamkan 8 karateka yang tewas tertelan ombak di Pantai Ngliyep pada tanggal 5 September 1976, karena itulah maka gang tersebut akhirnya disebut dengan “Gang Karate.”

Kuburan Karate

Jika kita melihat dari dekat, makam 8 karateka tersebut dijajar dengan rapi. Makam ini sendiri dipagari dengan sebuah pagar besi serta diberi atap hingga menyerupai sebuah rumah. Di bawah atap digantungkan sebuah papan dari kayu bertuliskan: “Makam Delapan Karateka, Pahlawan Cinta Kasih.” Selain itu ditengah-tengah makam juga ada sebuah prasasti yang terbuat dari batu marmer bertuliskan:

In Memoriam

Oshi Shinobu,

Tanggal 5 September 1976, pukul 11.27 WIB, delapan karateka perguruan dihempaskan gelombang laut selatan pantai pasir putih, Ngliyep, Malang Selatan.  Mereka hanyut terbawa arus balik dan tenggelam dalam usaha mereka untuk menolong rekannya yang tanpa sengaja terseret arus menjauhi pantai. Saat itu para karateka memang tidak dibenarkan berenang karena firasat pimpinan perguruan malam menjelang kejadian. Kedelapan karateka adalah:

  1. Rudy Sono
  2. Joe Tjie Tjoen
  3. Juli S.
  4. P. Welly Chandra
  5. Poo Tjie Kiong
  6. Tan Joe Toeng
  7. Bambang Winarto
  8. Bambang Wijaya

Gang Karate-2Mereka layak disebut “PAHLAWAN CINTA KASIH” dan kami sebagai pimpinan perguruan yang hadir saat itu menjadi saksi kejadian yang mengharukan dan tak terlupakan ini, disamping mereka yang selamat dan seluruh warga perguruan serta pengunjung umum yang ikut menyaksikan tragedi yang menyedihkan ini.

Kami akan mengenang selalu.

Batu, 23 Januari 1995

Atas nama perguruan & seluruh warga

Nardi T. Nirwanto S.A.

Pimpinan Pusat Perguruan.

Prasasti tersebut hingga kini masih terawat dengan baik dan bisa dibaca oleh siapa saja yang berkunjung ke makam 8 karateka tersebut. Pada tanggal 22 September 2009, pimpinan pusat perguruan karateka Kyokushinkai yaitu Shihan Nardi T. Nirwanto S.A. menghembuskan nafasnya yang terakhir di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Seluruh anggota perguruan Kyokushinkai baik yang berdomisili di Kota Batu maupun diluar kota berduka. Guru besar dan pendiri perguruan karateka Kyokushinkai yang berpusat di Kota Batu telah pergi untuk selamanya. Jenasah beliau dimakamkam menjadi satu lokasi dengan 8 karateka yang telah pergi mendahuluinya, di gang yang kita sebut dengan “Gang Karate.”

***

By: Jatz, 24 Mei 2013

Bacaan Pendukung: Wikipedia dan sumber-sumber lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.