Dari Toko Srikandi sampai Lippo Plaza Batu

LippoPlaza-4Sekitar tahun 1980-an, pusat pertokoan di Kota Batu hanya terkumpul di sepanjang Jl.Panglima Sudirman dan Jl.Gajah Mada. Itupun hanya toko-toko berukuran sedang yang berjejer di tepi jalan, belum ada konsep RUKO seperti saat ini. Saya masih ingat bahwa salah satu toko yang pada waktu sudah masuk kategori toko besar adalah Toko Srikandi yang terletak di Jl.Panglima Sudirman. Toko ini menjual aneka macam barang dan mainan anak-anak. Bisa dikatakan adalah sebuah toko serba ada. Entah tepatnya di tahun berapa toko ini akhirnya tutup. Sisa bangunan tokonya masih utuh hingga kini, belum ada perubahan yang berarti.

Selang beberapa tahun setelah itu, sekitar tahun 1985, munculah sebuah toko yang cukup besar untuk ukuran saat itu, nama toko tersebut adalah Toko Dinar, terletak di Jl.Gajah Mada. Toko ini juga semacam toko serba ada yang menjual aneka jenis barang keperluan rumah tangga dan hiburan. Di tengah toko ini ada stand kaset yang cukup lengkap. Kalau tidak salah harga kaset pada waktu itu masih sekitar Rp.750,- s.d. Rp.1500,- Jangan heran melihat nominalnya, jumlah tersebut cukup berarti pada masa itu.

PlazaBatuSekitar tahun 1990, munculah Plaza Batu, yang terletak di Jl.Gajah Mada. Toko yang bisa dikatakan semacam Mal mini ini langsung melibas toko-toko yang berpredikat “toko besar” yang ada di Kota Batu. Toko ini menempati lahan bekas terminal, memiliki 3 lantai dengan gedung bioskop di lantai paling atas. Plaza Batu juga pusat perbelanjaan pertama di Kota Batu yang sudah menggunakan konsep swalayan seperti umumnya sebuah super market. Masyarakat yang datang ke tempat ini pun tidak semata-mata hanya untuk belanja, namun untuk sekedar jalan-jalan atau nonton film. Kehadiran Plaza Batu bisa dikatakan akhirnya membuat Toko Dinar akhirnya tutup. Hingga tahun 2010, Kota Batu tidak memiliki lagi toko sebesar Batu Plaza, dan hal ini bertahan kurang lebih 20 tahun.

Antara tahun 2000 s.d. 2010, mulailah bermunculan Ruko-Ruko di beberapa tempat. Pertokoan mulai terpencar-pencar, tidak hanya terkumpul di Jl.Gajah Mada. Kemunculan IndoMaret dan AlfaMart juga menjamur di sudut-sudut strategis kota, masyarakat semakin memiliki banyak pilihan tempat untuk berbelanja.

Ruko-Ruko baru
Ruko-Ruko baru

Sekitar tahun 2010 tempat yang dulunya adalah Restoran Amsterdam di Jalan Diponegoro berganti fungsi menjadi Batu Paradise, sebuah toko besar dua lantai yang mengkhususkan pada produk pakaian, mulai dari pakaian anak-anak hingga dewasa. Tingkat kunjungan toko ini cukup tinggi hingga para pedagang pakaian di sepanjang tepi jalan Kartini sempat mengajukan keberatan.

LippoPlaza-1Tahun 2011 merupakan titik klimaks dari sejarah perkembangan pertokoan di Kota Batu, di tahun inilah untuk pertama kalinya muncul Mal pertama di Kota Batu sejak dicanangkan sebagai Kota Wisata Batu (KWB). Mal ini awalnya bernama Batu Town Square (Batos) dan didukung oleh Hypermart dan Matahari sebagai pemain utamanya. Akhirnya Kota Batu memiliki sebuah Mal yang cukup representatif. Selang setahun setelah itu, nama Mal ini berganti menjadi Lippo Plaza Batu, namun masyarakat masih sering menyebutnya dengan Batos. Layaknya isi sebuah Mal, di sini terdapat outlet-outlet pakaian, barang elektronik, food-court, game fantasia, serta Matahari dan Hypermart.

Itulah sekilas perkembangan pertokoan di Kota Batu yang dapat saya ingat. Semoga perkembangan pertokoan ini tetap mempertahankan dan memperhatikan keasrian lingkungan yang telah terbentuk.

***

Tulisan & Foto By: Jatz

15 Oktober 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.