Asyiknya Lesehan Tepi Jalan…

Kebiasaan makan dan minum di tepi jalan besar dengan duduk “lesehan” di atas trotoar rupanya sudah mewabah di Kota Batu. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin maraknya tempat-tempat untuk lesehan yang tersebar di berbagai penjuru kota. Tempat-tempat ini pun rata-rata baru buka di atas pukul 8 malam sampai menjelang dini hari. Pengunjungnya juga rata-rata anak-anak muda yang ingin nongkrong di tepi jalan.

Lesehan di Jl. Gajah Mada
Lesehan di Jl. Gajah Mada

Beberapa tempat yang sudah rutin dijadikan tempat lesehan antara lain di sepanjang Jl.Gajah Mada, Panglima Sudirman, Suropati, Diponegoro dan Jl.Raya Sultan Agung. Dari sekian banyak tempat tersebut yang memiliki panorama yang cukup indah adalah di Jl.Raya Sultan Agung, atau masyarakat lebih sering menyebutnya dengan “Embong Kembar.” Jalan ini terletak di sebelah selatan Stadion Brantas yang merupakan jalur utama bagi bus-bus umum yang akan menuju ke Kota Kediri atau Jombang, dan juga bus-bus pariwisata yang akan menuju Jatim Park I. Dari embong kembar ini “landscape” Kota Batu dengan latar belakang Gunung Arjuno terlihat begitu cantik di malam hari. Kerlap-kerlip lampu kota tampak membentuk sebuah alur yang tidak beraturan namun indah.

Tempat-tempat lesehan lain yang berlokasi di sepanjang Jl.Gajah Mada, Panglima Sudirman, Suropati dan Diponegoro, meskipun tidak memiliki “view” panorama karena terletak di pusat kota, juga tidak kalah asyiknya. Hiruk-pikuk mobil dan sepeda motor yang berseliweran serta para pejalan kaki menjadi obyek yang bisa dinikmati sembari menyantap nasi goreng dan meneguk segelas kopi.

Sebenarnya kalau dilihat dari sisi higienisnya, mungkin tempat lesehan di atas trotoar ini juga bisa dikatakan tidak terlalu layak karena debu dan polusi dari kendaraan yang lewat tentunya sangat banyak, serta tikar atau karpet yang dijadikan alas lesehan tentunya mengandung banyak debu, ditambah pula karena tempatnya di alam terbuka maka faktor angin yang juga begitu kencang bisa menyebabkan masalah kesehatan bagi mereka yang tidak tahan.

Namun, apalah artinya debu, angin dan polusi dibanding keasyikan nongkrong bersama teman-teman dekat sambil menikmati nasi goreng, mie instan, roti bakar, atau segelas kopi? Kebersamaan sungguh hal yang sangat langka di zaman ini, daripada hanya di rumah senyum-senyum sendiri di depan komputer, maka tidak ada salahnya sesekali keluar untuk sekedar bertemu dengan para sahabat secara fisik, bukan hanya di dunia maya.

***

Tulisan dan Foto By: Jatz, 26 Oktober 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.